Modal Pemilik atau modal sendiri (Owner Capital atau Owner Equity)

Standar


 

 

Over-confidence adalah suatu kondisi di mana seseorang yakin dia bisa melakukan sesuatu padahal sebenarnya dirinya tidak mampu melakukan. Untuk menghindari over-confidence adalah menyadari dengan baik kemampuan apa yang ada dalam diri sehingga dapat menerima tugas-tugas yang sesuai dengan skill atau keahliannya.

Menurut saya hal ini dalam berwirausaha

 

Overconfidence merupakan kepercayaan pada pernyataan diri yang melebihi keakuratan dari data yang diberikan. Sikap percaya yang berlebihan ini sangat membantu entrepreneur terutama dalam membuat keputusan pada situasi yang belum pasti dan informasi yang terbatas. Dia akan melangkah lebih pasti dalam menjalankan keputusannya meskipun kesuksesan yang diinginkan belum pasti. Hal ini sebenarnya bias dari rasa optimisme. Overconfidence mendorong orang mampu memanfaatkan peluang usaha (Busenitz dalam Shane, 2003).

Beberapa riset yang mendukung teori bahwa overconfidence mendorong memanfaatkan peluang usaha berikut ini. Shane (2003) mempresentasikan beberapa penelitian yang mendukung kenyataan ini. Gartner dan Thomas pada tahun 1989  melakukan survei terhadap 63 pendiri perusahaan software computer. Hasilnya menunjukkan bahwa mereka cenderung overconfidence dan perkiraan rata-rata penjualan 29% di atas penjualan tahun sebelumnya. Sementara penelitian yang dilakukan oleh Cooper dkk tahun 1988 menunjukkan bahwa 33,3% dari yang mereka percaya bahwa mereka akan sukses dan dua pertiga dari yang mereka survey merasa yakin akan kesuksesan yang akan diraihnya.

Entrepreneur cenderung lebih overconfidence dibandingkan dengan manajer. Hasil penelitian Busenizt dan Barney tahun 1997 dengan cara membandingkan 124 pendiri perusahaan dan 74 manajer dalam sebuah organisasi besar. Hasilnya menunjukkan bahwa pendiri perusahaan lebih overconfidence dibandingkan dengan manajer. Demikian juga penelitian yang dilakukan oleh Amir dkk tahun 2001, yang dilakukan dengan cara wawancara pada 51 pendiri perusahaan dan 28 manajer senior (bukan pendiri) di Kanada. Pendiri perusahaan memperkirakan mereka mempunyai peluang sukses lebih besar dibandingkan dengan perkiraan manajer senior.

 

Sebelum menyebutkan Etika Wirausaha, sebaiknaya kita menjelaskan terlebih dahulu pengrtian tentang etika. Etika itu apa? Etika adalah prinsip-prinsip yang sistematisasi masalah tindakan moral yang betul dan berisi ketentuan-ketentuan serta nilai-nilai yang dapat digunakan di dalam kehidupan sehari-hari.Di dalam kehidupan bidang usaha atau dunia bisnis, seorang Wirausaha tidak berdiam diri sendiri, tetapi sangat perlu bantuan para Wirausaha lainnya, adanya bantuan dari pihak pemerintah atau badan-badan usaha terkait lainnya.

Oleh karena itu, seorang Wirausaha harus menunjukan tingkah laku yang baik, sopan santun, tolong-menolong, tenggang rasa, hormat-menghormati satu sama lainnya. Masalah sopan santun, hormat- menghormati, tolong-menolong, dan tatakrama di dalam berwirausaha sehari-hari itu adalah merupakan etika. Jika kata etika digabungkan dengan Wirausaha akan menjadi Etika Wirausaha. Dengan demikian Etika Wirausaha itu adalah prinsip-prinsip atau pandangan-pandangan dalam kegiatan bidang wirausaha dengan segala persoalannya untuk mencapai suatu tujuan serta melaksanakan nilai-nilai yang bermanfaat untuk meningkatkan kehidupan usaha sehari-hari.

Dengan perkataan lainnya Etika Wirausaha itu adalah merupakan adat sopan-santun, adat kebiasaan dan aturan-aturan yang berlaku di lingkungan kewirausahaan. Oleh karena itu diharapkam seorang Wirausaha kegiatan usahanya, harus mempunyai :

1. rasa kesusilaan atau budi pekerti yang baik.
2. rasa sopan santun di dalam segi kehidupan berwirausaha.
3. tatakrama di dalam segala tindakan dan perbuatan waktu berwirausaha.
4. mempunyai tanggungjawab pada usahanya.
5. bersikap jujur, benar sesuai dengan profesi usahanya.

Wirausaha adalah merupakan kelompok orang-orang secara teratur, berencana melakukan tugasnya sesuai dengan rasa tanggungjawab dalam mengembangkan bidang usaha untuk kepentingan pribadinya dan lingkungannya. Setiap orang yang menjalankan Wirausaha harus dapat menyesuaikan diri dengan aturan-aturan, tata tertib, pedoman-pedoman dan etika kewirausahaan. Etika Wirausaha adalah tata aturan, disiplin, adat istiadat yang sudah ditentukan oleh perkumpulan Wirausaha Etika Wirausaha adalah merupakan norma-norma sebagai pedoman melaksanakn kegiatan di bidang usaha yang mengikat dirinya untuk membela pribadinya, keluarganya, masyarakat, bangsa dan negaranya.

Adapun norma-norma Etika Wirausaha yang harus dijalankan atau dilakukan oleh para wirausaha adalah :

1. mendukung dan membela ideologi negara yaitu Pancasila,UUD 1945 dan kebijaksanaan pemerintah,
2. lebih meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa,
3. menjaga nama baik para wirausaha,
4. melakukan dan memperlihatkan perilaku dan sikap yang sesuai dengan jabatan wirausaha,
5. melaksanakn tugas sesuai dengan jabatan kewirusahaan dengan penuh dedikasi yang tinggi.

Secara singkat etika itu dapat diartikan, sebagai berikut :

1. Etika adalah suatu kebiasaan yang baik di dalam berwirausaha.
2. Etika adalah nilai-nilai yang baik di dalam menjalankan kewirausahaan.
3. Etika adalah prinsip-prinsip yang berisi norma-norma di dalam berwirausaha

Dari penjelasan materi di atas, akhirnya dapat diambil kesimpulan bahwa hal-hal yang berkaitan dengan Etika Wirausaha itu, adalah sebagai berikut :

1. Wirausaha adalah tugas mulia dan kebiasaan baik, artinya wirausaha bertugas untuk mewujdkan suatu kenyataan hidup berdasatrkan suatu kebiasaan yang baik di dalam berwirausaha.
2. Menempa pikiran untuk maju, artinya wirausaha melatih untuk membiasakan diri untuk berprakasa baik, brtanggungjawab, percaya diri untuk dapat mengerjakan kebaikan dan meningkatkan daya saing, serta daya juang untuk mempertahankan hidup dari prinsip-prinsip berwirausaha.
3. Kebiasaan membentuk watak, artinya wirausaha berdaya upaya untuk membiasakan diri berpikir, bersikap mental untuk berbuat maju, berpikir terbuka secara baik, bersih dan teliti.
4. Membersihkan diri dari kebiasaan berpikir negatif, artinya wirausaha harus berusaha dan berdaya upaya untuk menanggalkan dan membersihkan diri dari kebiasaan cara berpikir, sikap mental yang tidak baik, misalnya menyakiti orang lain, serta menjauhkan diri dari sikap selalu menggantungkan pada kemujuran nasib.
5. Kebiasaan berprakarsa, artinya seorang seorang wirausaha harus membiasakan diri untuk mengembangkan dalam berprakarsa dalam kegiatan pengelolaan usaha, dapat memberikan saran-saran yang baik, serta dapat menolong kepada dirinya sendiri.
6. Kepercayaan kepada diri sendiri, artinya seorang wirausaha harus percaya kepada diri sendiri, harus mempunyai keyakinan dan beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta dapat meningkatkan nilai-nilai kehidupan di dalam berwirausaha.
7. Membersihkan hambatan buatan sendiri, artinya seorang wirausaha harus berusaha membebaskan dari hambatan-hambatan dari adanya produk buatan sendiri. Seorang wirausaaha jangan mempunyai pikiran ragu-ragu, merasa tukut, merasa rendah diri terhadap hasil produk buatan sendiri.
8. Mempunyai kemauan, daya upaya dan perencanaan, artinya seorang wirausaha harus mempunyai kemauan, serta daya upaya untuk mengetahui kemampuan dalam hidupnya, cara merencanakan dalam mengejar cita-cita mengembangkan usahanya yang berhasil berdasarkan prinsip-prinsip kewirausahaan.

 

Etika Wirausaha itu adalah merupakan adat sopan-santun, adat kebiasaandan aturan-aturan yang berlaku di lingkungan kewirausahaan. Oleh karena itudiharapkan seorang Wirausaha dalam kegiatan usahanya harus mempunyai :1.

 

asa kesusilaan atau budi pekerti yang baik.2.

 

asa sopan santun di dalam segi kehidupan berwirausaha.3.

 

Tatakrama di dalam segala tindakan dan perbuatan waktu berwirausaha.4.

 

Mempunyai tanggungjawab pada usahanya.5.

 

Bersikap jujur, benar sesuai dengan profesi usahanya.Wirausaha adalah merupakan kelompok orang-orang secara teratur,berencana melakukan tugasnya sesuai dengan rasa tanggungjawab dalammengembangkan bidang usaha untuk kepentingan pribadinya dan lingkungannya.Setiap orang yang menjalankan Wirausaha harus dapat menyesuaikan diri denganaturan-aturan, tata tertib, pedoman-pedoman dan etika kewirausahaan. EtikaWirausaha adalah tata aturan, disiplin, adat istiadat yang sudah ditentukan olehperkumpulan Wirausaha. Etika Wirausaha adalah merupakan norma-normasebagai pedoman melaksanakan kegiatan di bidang usaha yang mengikat dirinyauntuk membela pribadinya, keluarganya, masyarakat, bangsa dan negaranya

 

Dalam berwirausaha teknik menjual dan negosiasi sangatlah penting, karena sangat menunjang hasil penjualan yang menyebabkan

 

 

Substitusi artinya menggantikan

Uang giral merupakan alat pembayaran/penukaran sebagai pengganti(substitusi) dari uang kartal

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s