AL-qUR’AN

Standar

ada beberapa ulama yang mengartikan Alquran menurut bahasa antara lain adalah sebagai berikut : 
a. Al-Farra, beliau menyatakan bahwa Alquran artinya adalah membenarkan, karena Alquran terambil dari kata “qarain”, jamak dari “qaraniah”. Dan firman Allah disebut Alquran dengan arti yang demikian ayat-ayat dalam Alquran satu sama lain saling benar membenarkan. 
b. Al-Asy’ari, beliau mengatakan bahwa Alquran artinya ialah menggabungkan sesuatu dengan yang lain, karena Alquran terambil dari kata “qarana”. Dan Alquran berarti demikian, karena surat-surat maupun ayat-ayat bahkan juga huruf-hurufnya saling beriringan dan bergabung satu dengan yang lain. 
c. Az-Zajjaj, beliau mengartikan bahwa Alquran artinya adalah mengumpulkan, karena Alquran berasal dari kaa “Qar’I” dan firman Allah disebut demikian, karena Alquran mengumpulkan surat-suratnya menjadi satu kesatuan, atau karena mengumpulkan saripati kitab-kitab suci Allah yang turun sebelumnya. 

Diterbitkan di: 07 Nopember, 2010   

Sumber: http://id.shvoong.com/humanities/religion-studies/2071338-pengertian-alquran-menurut-para-ahli/#ixzz1b2T3SMqs

agustianto.niriah.com
6.3 Kehujjahan Al-quran Menurut Pandangan Ulama Mazhab
Para ulama ushul fiqh sepakat bahwa Al-Quran merupakan sumber utama hukum Islamdan wajib diamalkan. Para mujtahid tidak dibenarkan menjadikandalil lain sebagai hujjahsebelum membahas dan meneliti ayat-ayat Al-Quran. Jika tidak ditemukan dalam Al-Quranbarulah dibenarkan mencari dalil yang lain.
A. Pandangan Abu Hanifah
Abu Hanifah sependapat dengan jumhur bahwa Al-Quran merupakan sumber hukumpertama hukum Islam. Namun ia berbeda mengenai Al-Quran itu, apakah mencakup makna danlapaz atau maknanya saja.Menurut Abu Hanifah hanya maknanya saja, Misalnya ia mengatakanboleh shalat dalam bahasa ‘ajam (luar Arab).Tapi ini bagi orang pemula dan, tidak untuk seterusnya .
B. Pandangan Imam Malik
Hakikat Al-Quran adalah kalam Allah yang lapaz dan maknanya dari Allah. Ia bukanmakhluk, karena kalam adalah termasuk sifat Allah. Suatu yang termasuk sifat Allah, tidakdikatakan makhluk, bahkan dia memberikan predikat kafir zindiq terhadap orang yangmenyatakan Al-Quran makhluk.
Imam Malik mengikuti ulama salaf (sahabat-tabi’in) yang membatasi pembahasan Al-Quran sesempit mungkin,agar tidak terjadi kebohongan atau tafsir serampangan terhadap Al-Quran,maka kitab Al-Muwaththa’ dan Al_Mudawwanah, sarat dengan pendapat sahabat dan
tabi’i
Petunjuk lapaz yang terdapat dalam Al-Quran ada dua macam, yaitumuhk amat dan
mutasyabihat (sesuai surah Ali Imran ayat 7)
1) Ayat-ayat Muhkamat
Ayatmuhkay at adalah ayat yang tegas dan terang maksudnya serta dapat dipahami dengan
mudah.
2) Ayat-ayat mutasyabihat
Ayatmutasyabihat adalah ayat-ayat yang mengandung beberapa pengertian yang tidak
dapat ditentukan artinya, kecuali setelah diselidiki secara mendalam.
Pembagian Muhkamat Menurut Imam Malik
Muhkamat terbagi kepada dua, yaitu lapaz nash dan lapaz zhahir
1) Lapaz Nash menunjukkan makna yang jelas dan tegas (qath’iy, yang secara pasti tidak
memiliki makna lain)
2)lapaz Zhahir juga menunjukkan makna yang jelas, namun masih mempunyai kemungkinan
makna yang lain.
Menurut Imam Malik keduanya dapat dijadikanhujjah, hanya lapaz Nash didahulukan
dari lapaz zhahir, hal ini dikarenakan lapaz nash bersifatqath’iy, sedangkan lapazzhahir bersifat
zhanniy, sehingga bila terjadi pertentangan antara keduanya, maka yang didahulukan dilalah
nash.
C. Pandangan Imam Syafi’iy
Sebagaiman pendapat ulama yang lain, Imam Syafi’iy menetapkan bahwa sumberhukum paling pokok adalah Al-Quran. Tapi, Al-Quran tidak bisa dilepaskan dari Sunnah. Jikaulama lain berpandangan sumber hukum Islam pertama Al-Quran dan kedua As-Sunnah, makaImam Syafi’iy berpandangan bahwa Al-Quran dan Sunnah itu berada pada satu martabat.(Keduanya wahyu Ilahi yang berasal dari Allah Firman Allah :
:ىArtinya
“Tidaklah ia bertutur itu menurut hawa nafsunya, melainkan wahyu yang diwahyukan
kepadanya” (An-Najm : 4
Meskipun Al-Quran dan Sunnah berada dalam satu martabat (karena dianggap sama-
sama wahyu, yang berasal dari Allah), namun kedudukan sunnah tetap setelah Al-Quran.
Al-Quran seluruhnya berbahasa Arab. Dalam Al-quran tidak ada bahasa‘Ajam :
ﺎﻴﺑﺮﻋ ﺎﻧأﺮﻗ ﺎﻨﻟﺰﻧأ ﻚﻟاﺬآو
Arinya:
“Dan begitulah Kami turunkan Al-Quran berbahasa Arab”.
Karena itu, Imam Syafi’iy sangat mementingkan bahasa Arab dalam shalat dan
mengharuskan penguasaan bahasa Arab untukistimbath hukum dari Al-Quran
D. Pandangan Ahmad bin Hanbal
Pandangan Imam Ahmad, sama dengan Imam Syafi’iy dalam memposisikan Al-quransebagai sumber utama hukum Islam dan selanjutnya diikuti oleh Sunnah. Keduanya jugadianggap berada pada satu martabat, sehingga beliau sering menyebut keduanya dengan istilah
nash (yang terkandung di dalamnya Al-Quran dan Sunnah). Dalam penafsiran Al-Quran ia betul –
betul mementingkan Sunnah.
Sikap Ahmad bin Hanbal dalam konteks ini ada tiga poin :
a.Sesungguhnyazahir Al-Quran tidak mendahulukan As-Sunnah
b.Hanya Rasulullah saja yang berhak menafsirkan atau mentakwilkan Al-Quran
b.Jika tidak ditemukan tafsir dari Nabi, penafsiran sahabatlah yang digunakan, karena
merekalahyang menyaksikan turunnya Al-qurandan mendengarkantakwil dari Nabi.
Menurut Ibnu Taymiyah, Al-Quran hanya boleh ditafsirkan oleh atsar. Namun dalambeberapa pendapatnya ia menjelaskan kembali,jika tidak ditemukan dalam sunnah dan atsarsahabat, maka diambil penafsirantabii’in.

Alasan berhujjah (beragumentasi) dengan Al-Quran:
a.Alquran itu diturunkan kepada Rasulullah diketahui secaramutawatir dan ini memberikan
keyakinan bahwa Al-Quran itu benar-benar datang dari Allah melalui Jibril.
Banyak ayat yang menyatakan bahwa Al-Quran itu datangnya dari Allah, al.(3:3)

Artinya:Dia menurunkan Al-Quran kepadamu dengan sebenarnya, membenarkan kitab-kitab
yang telah diturunkannya dan menurunkan Taurat dan dan Injil
An-Nisaa : 105
ﻖﺤﻟ ﺎﺑ بﺎﺘﻜﻟا ﻚﻴﻟا ﺎﻨﻟﺰﻧأ ﺎﻧا
Artinya:Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab (Al-Quran) kepadamu dengan
membawa kebenaran
c.Mukjizat Al-Quran yang tak tertandingi siapapun dalam membuatnya, juga merupakan dalil
yang pasti akan kebenaran Al-Quran datangnya dari Allah.
Menurutahli ushul, mukjizakat Al Quran terlihat ketika banyak keinginan orang-orang Untukmembuat Al-quran tandingan, Tetapi semuanya gagal.Allah menentang mereka untukmembuat satu ayat/surah saja seperti Al-Quran (QS.2:23)
Artinya:Katakanlah, Seandainya, jin dan manusia berkumpul untuk Membuat Kitab seperti Al-
Quran, pasti tidak akan bisa, sekalipun sebagian mereka membantu sebagian yang
lain
sehingga Mereka Pasti gagal membuat Al-QuranTandingan. Ini Kemukjizatan Al-Quran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s