LIMBAH

Standar

MAKALAH TENTANG  LIMBAHDAN POLUSI AIR

TRI SUTANTO 2 TKKY 1

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum wr. wb

Dengan mengucap Syukur Alhamdulillah. Bahwasanya saya telah dapat membuat makalah tentang polusi air, walaupun tidak sedikit hambatan dan kesulitan yang saya hadapi, tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah SWT.

Walaupun demikian, sudah barang tentu makalah ini masih terdapat kekurangan dan belum dikatakan sempurna karena keterbatasan kemampuan saya. Oleh karena itu

saran dan kritik yang bersifat membangun dari semua pihak saya harapkan agar dalam pembuatan makalah di waktu yang akan datang bisa lebih baik lagi.

Harapan saya semoga makalah ini berguna bagi siapa saja yang

membacanya.

Wabilahi Taufik walhidayah Wasalamualaikum wr.wb.

Penyusun

 

 

 

 

Tri Sutanto

DAFTAR ISI

Kata Pengantar…………………………………………………………………………1

Daftar isi……………………………………………………………………………… . 2

BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………………3

A. Latar Belakang Masalah……………………………………………………………3

B. Permasalahan ………………………………………………………………………3

C. Tujuan …………………………………………………………………… …………3

D. Metode……………………………………………………………………… ………3

BAB II PEMBAHASAN………………………………………………… ……………4

A. Pengertian Polusi Air………………………………………… ……….….4
B.
Macam-Macam Sumber Polusi Air…………………………… ….……..5
C.
Bahaya Dari Akibat Polusi Air………………………………… ….…….6

D. Contoh- Contoh Limbah/Polusi……………………………………… ….……….7

E. Usaha-usaha Mengatasi dan Mencegah Polusi Air…………. …………..26

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN……………………………… …….………28

A. Kesimpulan…………………………………………………………… ………….28

B. Saran…………………………………………………………….… ………………28

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………….29

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

 

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Permasalahan

 

Dalam kehidupan sehari-hari kita memerlukan air bersih untuk minum,

memasak, mencuci dan keperluan lain. Air tersebut mempunyai standar 3 B

yaitu tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak beracun. Tetapi adakalanya

kita melihat air yang berwarna keruh dan berbau serta sering kali

bercampur dengan benda-benda sampah seperti kaleng, plastik, dan sampah

dikolam-kolam. Air yang demikian biasa disebut air kotor atau disebut pula

air yang terpolusi.

Darimana polutan itu berasal ?
Bagi kita, khususnya masyarakat pedesaan sungai adalah sumber air sehari-

hari. Sumber polutan dapat berasal dari mana-mana. Contohnya limbah-

limbah industri dibuang dan dialirkan ke sungai. Semua akhirnya bermuara

di sungai dan pencemaran polutan air ini dapat merugikan manusia bila

manusia mengkonsumsi air yang tercemar.

 

B. Permasalahan

 

Permasalahan yang terjadi :
– Apabila polusi air disebabkan oleh zat-zat kimia buatan manusia mempunyai dampak negatif.
– Dapat mengakibatkan penyakit bagi manusia dan hewan yang hidup didarat dan diair akan mati oleh racun.

 

C. Tujuan

 

– Supaya siswa dapat lebih memahami bahaya polusi air
– Dapat membedakan antara air yang bersih dari polusi dan air yang sudah terpolusi
– Dapat lebih berhati-hati dalam menggunakan air yang bersih dan yang terpolusi

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Polusi Air

 

Salah satu dampak negatif kemajuan ilmu dan teknologi yang tidak digunakan dengan benar adalah terjadinya polusi (pencemaran). Polusi adalah peristiwa masuknya zat, energi, unsur atau komponen lain yang merugikan kedalam lingkungan akibat aktivitas manusia atau proses alami. Dan segala sesuatu yang menyebabkan polusi disebut Polutan.
Sesuatu benda dapat dikatakan polutan bila :
1. Kadarnya melebihi batas normal
2. Berada pada tempat dan waktu yang tidak tepat.
Polutan dapat berupa debu, bahan kimia, suara, panas, radiasi, makhluk hidup, zat-zat yang dihasilkan makhluk hidup dan sebagainya. Adanya polutan dalam jumlah yang berlebihan menyebabkan lingkungan tidak dapat mengadakan pembersihan sendiri (regenerasi). Oleh karena itu, polusi terhadap lingkungan perludideteksi secara dini dan ditangani segera dan terpadu.
Polusi Air adalah peristiwa masuknya zat, energi, unsur atau komponen lainnya kedalam air sehingga kualitas air terganggu. Kualitas air terganggu ditandai dengan perubahan bau, rasa dan warna.
Beberapa contoh polutannya sebagai berikut :
a. Fosfat
Fosfat berasal dari penggunaan pupuk buatan yang berlebihan dan deterjen.
b. Nitrat dan Nitrit
Kedua senyawa ini berasal dari penggunaan pupuk buatan yang berlebihan dan proses pembusukan materi organic.
c. Poliklorin Bifenil (PCB)
Senyawa ini berasal dari pemanfaatan bahan-bahan pelumas, plastik dan alat listrik.
d. Residu Pestisida Organiklorin
Residu ini berasal dari penyemprotan pestisida pada tanaman untuk membunuh serangga.
e. Minyak dan Hidrokarbon
Minyak dan hidrokarbon dapat berasal dari kebocoran pada roda dan kapal pengangkut minyak.
f. Radio Nuklida
Radio nuklida atau unsur radioaktif berasal dari kebocoran tangki penyimpanan limbah radioaktif.
g. Logam-logam Berat
Logam berat berasal dari industri bahan kimia, penambangan dan bensin.
h. Limbah Pertanian
Limbah pertanian berasal dari kotoran hewan dan tempat penyimpanan makanan ternak.
i. Kotoran manusia
Kotoran manusia berasal dari saluran pembuangan tinja manusia.

 

B. Macam-Macam Sumber Polusi Air

Sumber polusi air antara lain limbah industri, pertanian dan rumah tangga. Ada beberapa tipe polutan yang dapat masuk perairan yaitu : bahan-bahan yang mengandung bibit penyakit, bahan-bahan yang banyak membutuhkan oksigen untuk pengurainya, bahan-bahan kimia organic dari industri atau limbah pupuk pertanian, bahan-bahan yang tidak sedimen (endapan), dan bahan-bahan yang mengandung radioaktif dan panas.
Penggunaan insektisida seperti DDT (Dichloro Diphenil Trichonethan) oleh para petani, untuk memberantas hama tanaman dan serangga penyebar penyakit lain secara berlabihan dapat mengakibatkan pencemaran air. Terjadinya pembusukan yang berlebihan diperairan dapat pula menyebabkan pencemeran. Pembuangan sampah dapat mengakibatkan kadar O2 terlarut dalam air semakin berkurang karena sebagian besar dipergunakan oleh bakteri pembusuk.
Pembuangan sampah organic maupun yang anorganic yang dibuang kesungai terus-menerus, selain mencemari air, terutama dimusim hujan ini akan menimbulkan banjir. Belakangan ini musibah karena polusi air datang seakan tidak terbendung lagi disetip musim hujan. Sebenarnya air hujan adalah rahmat. Akan tetapi rahmat dapat menjadi ujian apabila kita tidak mengelolanyadengan benar.
Jika kita amati, air adalah unsur alam yang penting bagi manusia dengan sifat mengalir dan meresapnya. Apabila jalur-jalur alirannya terganggu dan lahan resapannya terbatas, air akan mengalir kesegala penjuru mengisi ruang-ruang yang paling rendah. Akhirnya terjadilah banjir. Karena itu yang disebut polusi air karena banyak kita yang kurang disiplin, misalnya dalam kebersihan lingkungan dan membuang sampah sembarangan.
Musibah banjir dapat terbagi dua akibat polusi air antara lain :
1. Banjir bandang (banjir besar), terjadi akibat air meluap dari jalur-jalur aliran (sungai) dengan volume air yang besar.
2. Banjir genangan yaitu banjir local (setempat) akibat tergenangnya / terkonsentrasinya air hujan disuatu daerah yang saluran air (arainase) dan lahan resapannya terbatas. Akibatnya dalam waktu tertentu (temporer) air akan mengalir disekitar lingkungan rumah kita.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

C.Bahaya Dari Akibat Polusi Air

Bibit-bibit penyakit berbagai zat yang bersifat racun dan bahan radioaktif dapat merugikan manusia. Berbagai polutan memerlukan O2 untuk pengurainya. Jika O2 kurang , pengurainya tidak sempurna dan menyebabkan air berubah warnanya dan berbau busuk. Bahan atau logam yang berbahaya seperti arsenat, uradium, krom, timah, air raksa, benzon, tetraklorida, karbon dan lain-lain. Bahan-bahan tesebut dapat merusak organ tubuh manusia atau dapat menyebabkan kanker. Sejumlah besar limbah dari sungai akan masuk kelaut.
Polutan ini dapat merusak kehidupan air sekitar muara sungai dan sebagian kecil laut muara. Bahan-bahan yang berbahaya masuk kelaut atau samudera mempunyai akibat jangka panjang yang belum diketahui. Banyak jenis kerang-kerangan yang mungkin mengandung zat yang berbahaya untuk dimakan. Laut dapat pula tecemar oleh minyak yang asalnya mungkin dari pemukiman, pabrik, melalui sungai atau dari kapal tanker yang rusak. Minyak dapat mematikan, burung dan hewan laut lainnya, sebagai contoh, efek keracunan hingga dapat dilihat di Jepang. Merkuri yang dibuang sebuah industri plastik keteluk minamata terakumulasi di jaringan tubuh ikan dan masyarakat yang mengkonsumsinya menderita cacat dan meninggal.
Akibat yang ditimbulkan oleh polusi air:
a. Terganggunya kehidupan organisme air karena berkurangnya, kandungan oksigen
b. Terjadinya ledakan ganggang dan tumbuhan air (eurotrofikasi)
c. Pendangkalan dasar perairan
d. Tersumbatnya penyaring reservoir, dan menyebabkan perubahan ekologi
e. Dalam jangka panjang adalah kanker dan kelahiran cacat
f. Akibat penggunaan pertisida yang berlebihan sesuai selain membunuh hama dan penyakit, juga membunuh serangga dan makhluk berguna terutama predator
g. Kematian biota kuno, seperti plankton, iakn, bahkan burung
h. Mutasi sel, kanker, dan leukeumia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

D. Contoh- Contoh Limbah/Polusi

 

1. DKI Tak Memiliki Saluran Air Limbah

 

Pembuangan air limbah sembarangan dapat menyebabkan pencemaran lingkungan.

Selasa, 24 Maret 2009, 15:39 WIB

Hampir seluruh wilayah Jakarta tak memiliki saluran air limbah. Hanya kawasan Mega Kuningan yang memiliki saluran air kotor.

Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, berencana mengintegrasikan saluran air limbah dengan air bersih. “Air limbah dan air minum disatukan dalam satu sistem tarif,” kata dia, di Balai Kota, Selasa 24 Maret 2009.

Secara umum, masyarakat tak keberatan membayar rekening untuk air minum. Namun secara psikologis, masyarakat pasti tak bersedia membayar air limbah.

Padahal, investasi sistem pengelolaan air limbah lebih besar daripada air bersih. Dana pengelolaan air limbah bisa mencapai triliunan rupiah. “Dan saat ini tak ada yang mau investasi pengolahan air limbah,” ujarnya.

Pengelolaan air limbah mendesak dilakukan mengingat semakin buruknya mutu air bersih di Jakarta. Pembuangan air limbah sembarangan dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Tak heran jika seringkali dijumpai air minum tercemar bakteri E-coli yang berasal dari rembesan limbah septic tank.

2. Banyak Warga Kerja di Pabrik, Sungai Dibiarkan Tercemar

Senin, 02/02/2009 19:09 WIB

Pencemaran air limbah di sungai Ciparungpung yang berasal dari pabrik sekitar kawasan tersebut, membuat warga tak berdaya. Hal itu karena hampir 30 persen warga di kawasan Sulaksana bekerja pada pabrik di wilayah tersebut, yang diduga membuang limbah ke sungai.

“Jumlah kepala keluarga (KK)di RW 07 Sulaksana sekitar 450, dan hampir 30 persennya bekerja di pabrik Nagamas,” ujar Rachmat Sunandar ketua RW 07, kepada detikbandung, Senin (2/2/2009).

Sependapat dengan Racmat, Heni warga sekitar sungai Ciparungpung, menambahkan kalau warga sampai sekarang belum bisa bertindak, karena hampir semua warga di sini bekerja di pabrik-pabrik kawasan Sungai Ciparungpung.

“Warga juga bingung, kalau kita menindak pabrik tersebut, nanti banyak yang pengangguran,” tambah Heni saat diwawancarai detikbandung hari ini.

Sedianya BPLH akan memanggil tujuh pabrik yang berada di kawasan sungai Ciparungpung, hari ini. Namun rencana tersebut diundur hingga besok.

 

 

 

 

 

 

3. Sungai Tabalong Tercemar Mercuri

 

Minggu, 1 Agustus 2010 11:29 WIB

 

Sungai Tabalong mulai tercemar merkuri seiring dengan banyaknya aktifitas penambangan emas di wilayah utara Tabalong, Kalimantan Selatan.

Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Tabalong menyatakan hasil penelitian kandungan merkuri Sungai Tabalong mencapai 0,1 per milimeter kubik, padahal seharusnya kandungan merkuri adalah nol.

Meski tingkat pencemaran merkuri di Sungai Tabalong masih di bawah batas toleransi yakni 0,4 per milimeter kubik, namun dikhawatirkan kandungannya bakal meningkat jika kegiatan penambangan emas di daerah hulu Sungai Tabalong masih marak.

Menurut Muchtar SKm, Kabid Pengendalian Pencemaran Lingkungan Bapedalda Tabalong, selain disebabkan kegiatan penambangan emas di daerah atas (hulu sungai), masuknya merkuri di Sungai Tabalong juga dipicu dengan banyaknya penggunaan kosmetik yang kandungan merkurinya cukup tinggi.

“Selain dampak dari penambangan emas di daerah hulu sungai, masuknya merkuri ke Sungai Tabalong juga disebabkan penggunaan kosmetik yang mengandung merkuri,” jelas Muchtar.

Kegiatan penambangan emas, berdasarkan hasil pendataan Bapedalda Tabalong tersebar di Kecamatan Bintang Ara seperti Desa Dambung, Desa Panaan, Desa Hegar Manah dan di sekitar Sungai Misim, anak Sungai Tabalong.

Walau kegiatan penambangan emas di sana hanya bersifat musiman, namun dampaknya tetap mengancam kualitas air Sungai Tabalong.

“Penambangam emas yang dilakukan memang biasanya musiman namun dampaknya tetap mengganggu kualitas air sungai Tabalong,” ujar Muchtar.
Kalangan lembaga swadaya masyarakat (LSM) pun meminta, agar Pemerintah Daerah segera menertibkan penambangan emas ilegal yang marak di wilayah Utara Tabalong.

Seperti dilontarkan Erwan Susandi dari LSM Langsat, selama ini pengawasan dan penertiban dari Pemerintah daerah terhadap penambang liar masih kurang, tak heran jika sekarang jumlah penambang liar makin banyak.

“Perlu tindakan tegas dari pemerintah daerah untuk menertibkan penambangan liar mengingat dampaknya justru bisa merugikan orang banyak, seperti sekarang kita lihat air sungai Tabalong makin keruh dan bahaya merkuri yang mengancam kita semua,” demkian Erwan.

4. Pencemaran Limbah Di Rancaekek

 


PEMILIHAN Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kab. Bandung tidak lama lagi akan digelar. Para calon bupati sudah mulai berbenah untuk menjual dagelan-dagelan politiknya. Visi dan misi terbaiknya, walaupun terkadang ketika sudah terpilih menjadi terbalik.

Satu hal yang saya nanti-nantikan dari para calon, adakah yang melirik tentang isu pencemaran limbah pabrik di Rancaekek yang sudah semakin memprihatinkan? Sudah sekian lama dan entah harus ke mana lagi mengadu.

Bapak/Ibu, tengoklah segera kondisi kami di sini. Setiap hari harus menghirup aroma tidak sedap yang menyengat. Lahan sawah yang menghampar kini tak lagi produktif. Bagaimana tidak? Baru saja benih ditanam seminggu, kemudian benih menguning, sebagian sudah disulap menjadi wilayah permukiman.

Kurang lebih tujuh projek perumahan yang sudah dan sedang berlangsung di sini. Hal tersebut kemudian menjadikan masyarakat yang berlatar belakang petani kehilangan mata pencariannya. Itulah sedikit gambaran wilayah Desa Jelegong, di antaranya Kp. Rancakendal, Cipasir, Ciherang, Hilir, dan sebagian kawasan Desa Linggar yang terkena imbas dari pencemaran tersebut.

Menurut saya, bukan hanya permasalahan pabrik yang kemudian tidak menaati peraturan, tetapi sudah sekian lama tak jua melihat langkah konkret yang dilakukan pemerintah yang notabene sebagai regulator, pemberdaya masyarakat, dan pelayan masyarakat. Apa yang kemudian menjadi permasalahan pemerintah untuk memaksakan hukumnya yang telah sekian lama tak ditaati?

Menurut saya, modernisasi bukan hanya masalah sejauh dan sebanyak apa perindustriannya berkembang, modal berputar, dan mal–mal didirikan. Akan tetapi, sejauh mana suatu daerah bisa mengembangkan potensinya dan kemudian mampu membawa masyarakatnya mencapai taraf hidup yang layak dan sejahtera, bukan malah menjadikan kawasan yang justru tidak cocok dengan asal usulnya.

5. Limbah Pabrik Kertas Ancam Kesehatan Warga Surabaya

 

Kali surabaya ternyata telah terkontaminasi logam berat jenis Hg dan Cu, untuk Hg bahkan telah melebihi ambang batas yang telah ditentukan Gubernur. Kondisi ini tidak membuat pemerintah Jawa Timur Pasang kuda-kuda untuk upaya pencegahan dan pengendalian dampak pencemaran, sebaliknya Juli 2002 Gubernur melalui Bapedal Jatim Mengeluarkan IPLC (Ijin Pembuangan Limbah Cair)kepada Pt Surabaya Kertas, Tbk untuk membuang limbahnya kebadan air Kali Surabaya.
Satu lagi kesalahan yang dibuat pemerintah, yang dampaknyaakan ditanggung rakyat banyak

Setelah dua tahun tidak membuang limbahnya ke Kali Surabaya kini Pt Surabaya Kertas Tbk (PT Suker) kembali membuang limbahnya ke Sungai yang airnya menjadi bahan baku air minum bagi 3000.000 warga kota buaya.
Selama dua tahun terakhir ini PT Suker membuang limbahnya ke Kali tengah dan menimbulkan keresahan bagi ratusan petani dikecamatan Driyorejo, sehingga pemerintah mengeluarkan anggaran sebesar 2 milyar untuk membuat saluran buangan limbah PT Suker.
July 2002 PT suker membuang limbahnya ke Kali Surabaya dan Kali tengah, dalam pantauan ECOTON pada hari Kamis – minggu (8-11 Agustus 2002) limbah yang dibuang ke
Kali tengah berupa lumpur yang dialirkan dalam 2 saluran by pass yang terletak diantara rimbunan rumput dan alang-alang dan sebuah saluran yang terbuka cukup deras. Sedangkan yang dibuang ke Kali Surabaya, berupa bubur kertas encer yang menimbulkan perubahan warna air sepanjang radius 100 meter.

Ancam Kesehatan Warga Pengkonsumsi Air Kali Surabaya
Limbah Pt Suker dalam laporan Neraca Kualitas lingkungan daerah Jatim mengandung logam-logam berbahaya seperti Mercury/air raksa (Hg), Cuprum/tembaga (Cu),Cromium/Crom (Cr), Plumbum/timah hitam (Pb), Zeng/Seng (Zn) dan Nikel (Ni).
Padahal saat ini kontaminasi logam Hg dibeberapa titik di Karang pilang dan Kedurus mencapai angka 0,0080 (Data lengkap terlampir) padahal , Untuk Hg Batas syarat menurut SK Gub Jatim 413/87 sebesar 0,001mg/L. Tak urung dengan kedatangan limbah PT Suker ini akan semakin meramaikan/meningkatkan nilai pencemaran logam Hg.
Dengan kembali dibuangnya limbah Pt Suker ke Kali Surabaya Gubernur dan Bapedal Jatim harus melakukan pengawasan extra ketat, karena selama ini kedua instansi ini cenderung melindungi PT Suker.

Limbah Beracun
Pabrik kertas menghasilkan limbah dalam volume yang sangat besar. Karakteristik dari limbah pabrik kertas adalah warnanya yang kehitaman atau abu-abu keruh, bau yang khas, kandungan padatan terlarut dan padatan tersuspensi yang tinggi, COD yang tinggi dan tahan terhadap oksidasi biologis. Pabrik kertas juga menghasilkan limbah beracun seperti :
a. limbah korosif yang dihasilkan dari penggunaan asam dan basa kuat dalam proses pembuburan kertas
b. limbah pewarna dan tinta yang mengandung logam berat

Warna air limbah yang hitam tidak mudah terurai secara alami sehingga meninggalkan warna yang persisten pada badan air penerima dan akan menghambat fotosintesis dan proses pembersihan alami self purification di sepanjang aliran Kali Surabaya dan Kali Tengah.

Bahan kimia dalam air limbah pabrik kertas seperti sulfite, fenol, klorin, metal merkaptan sangat membahayakan kehidupan biota perairan, dapat mengendap ke dasar perairan dan mengganggu keseimbangan dan kelestarian kehidupan perairan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

6.Lebih 10.000 Ton Limbah Berbahaya Disita

 

Selasa, 15 Desember 2009 | 19:35 WIB

KOMPAS/ANTONIUS PONCO ANGGORO Ilustrasi

Tim Intelijen Korem 044 Gapo Kota Palembang menyita lebih dari 10.000 ton limbah cair industri berbahaya di Kelurahan Sukamaju, Sako, Selasa (15/12/2009) sore tadi. Diduga kuat, limbah cair ini hendak dioplos dengan solar untuk dijual kembali di Kepulauan Bangka Belitung.

Komandan Tim Intelijen Korem 044 Gapo Kota Palembang Kapten Infanteri Tri Widiyanto HW mengatakan, informasi pengoplosan limbah cair berbahaya diperoleh dari laporan masyarakat yang ditindaklanjuti pemantauan selama sebulan.

Setelah buktinya kuat, Selasa sore, Tri Widiyanto memimpin tiga anggotanya menggerebek gudang yang difungsikan sebagai tempat pengoplosan, tepatnya di Jalan Kebun Sayur RT 07 RW 04. Melihat kedatangan petugas, dua pekerja di gudang itu langsung melarikan diri.

Meski tersangka melarikan diri, Tim Intelijen Korem berhasil menyita lebih dari 10.000 ton limbah cair berbahaya yang diletakkan di dalam dua tangki. Limbah berwarna hitam ini diduga campuran dari sisa aktivitas industri seperti oli bekas, minyak sawit bekas, dan lainnya.

“Limbah ada di dalam satu tangki besar. Di gudang juga ditemukan satu tangki lain untuk mengoplos. Aktivitas sudah berlangsung sekitar setahun dan penjualan solar oplosannya di Bangka Belitung,” katanya.

Ditambahkan, aktivitas pengoplosan bisa berlangsung selama hampir setahun karena didukung lokasi geografis gudang yang berada di pinggiran kota. Selain itu, aktivitas di gudang sulit dilihat dengan mata telanjang karena tertutup pagar seng melingkar.

Saat ini, barang bukti satu truk Fuso beserta tangki limbah dan kronologi berita acara sudah dilaporkan ke Polda Sumsel. Berikutnya, kewenangan menindaklanjuti kasus ini ada di tangan Polda Sumsel.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

7. Kerugian Akibat Tercemarnya Laut Timor Rp 700 Miliar

Rabu, 28 Juli 2010 | 07:47 WIB

 

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menaksir kerugian pencemaran di Laut Timor akibat meledaknya ladang minyak Montara di Blok Atlas lebih dari Rp 700 miliar. “Jumlah ini baru sebatas taksasi, namun kita membutuhkan data yang valid untuk menentukan seberapa besar kerugian akibat pencemaran itu,” kata Gubernur NTT Frans Lebu Raya di Kupang kemarin.

Ladang minyak Montara milik PTT Exploration and Production Public Company Limited Australasia (PPTEP-AA) di Blok Atlas Barat meledak pada Agustus tahun lalu. Ledakan itu memuntahkan minyak ke laut, termasuk ke perairan Indonesia timur. Menurut Ketua Tim Nasional Penanggulangan Keadaan Darurat Tumpahan Minyak di Laut Timor, Freddy Numberi, dari 56 ribu kilometer area tumpahan minyak, ada 16 ribu kilometer perairan Indonesia timur yang terkena imbas.

Sejauh ini, Frans Lebu menambahkan, pemerintah provinsi baru menerima laporan kerugian dari Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, yakni sebesar Rp 300 miliar. Kerugian timbul, antara lain, setelah petani rumput laut di wilayah tersebut mengaku gagal panen, sedangkan nelayan mengeluh hasil tangkapannya merosot.

Sementara itu, laporan kerugian dari kabupaten lainnya, seperti Sabu Raijua, Timor Tengah Selatan, Alor, Belu, dan empat kabupaten di Pulau Sumba, hingga saat ini belum ada. “Namun diperkirakan kerugiannya mencapai Rp 700 miliar,” kata Frans Lebu.

Di Jakarta, Freddy Numberi menyatakan, pemerintah saat ini belum menetapkan ganti rugi yang tetap kepada PPTEP-AA. Sebab, Tim Nasional masih menghitung angka ganti rugi jangka panjang. “Hingga kini, Tim masih menghitung angka kerugian jangka panjang, termasuk kerusakan terumbu karang, komoditas ikan, rumput laut, dan mangrove,” katanya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII di gedung DPR kemarin.

Isma Yatun, anggota Komisi VII dari Fraksi PDI Perjuangan, menilai pemerintah tidak serius memperjuangkan ganti rugi dalam kasus ini. Sebab, hampir setahun setelah ledakan terjadi, namun belum ada kemajuan. “Validasi data ini sampai kapan, penduduk butuh tindakan nyata,” katanya.

8.Batam “Bergelar” Kota Paling Tercemar

Senin, 26 Juli 2010 13:18 WIB

 

Batam adalah kota dengan tingkat pencemaran terburuk di Sumatera, kata Kepala Pusat Pengelolaan Lingkungan Hidup Regional Sumatera Kementerian Lingkungan Hidup Sabar Ginting.

“Batam yang terburuk, lalu diikuti Dumai dan Belawan,” kata Sabar usai pertemuan dengan dunia usaha di Batam, Senin.

Ia mengatakan, tingkat pencemaran di Batam paling tinggi se-Sumatera karena banyak industri galangan kapal yang berdiri di kota pulau itu.

Industri galangan kapal, kata dia, paling banyak menimbulkan pencemaran.

Pengelolaan limbah di Batam juga termasuk yang buruk, kata dia. Terlebih limbah cair dan limbah bahan beracun berbahaya.

Selain itu, lokasi Batam yang terletak di Selat Malaka menyebabkan banyak pencemaran limbah kiriman dari laut internasional.

Seperti yang terjadi setiap musim utara, limbah `sludge oil` yang terbawa arus air dan terdampar di pantai utara Batam, kata dia.

Sementara itu, pencemaran di Dumai dan Belawan menempati nomor dua dan tiga terburuk di Sumatera.

Pencemaran di Dumai, kata dia, lebih disebabkan dari CPO, sedangkan di Belawan karena polusi udara yang berasal dari industri.

 

9.8 TON IKAN MATI KERACUNAN

Kamis, 05/14/2009 – 13:44.

8 TON IKAN MATI KERACUNAN

Sekitar 8 ton ikan siap panen milik kelompok petani ikan di Miri Timbul Harjo kecamatan Sewon mati mendadak. Diduga kuat ikan mati akibat keracunan limbah pabrik yang masuk di saluran irigasi.akibat peristiwa ini petani mengaku mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah .

sekitar delapan ton ikan di kolam milik kelompok peternak ikan mina mitra usaha di pedukuhan miri , desa timbulharjo ini mati mendadak. melihat gejala yang ada ,para petani ikan di tempat ini menduga kematian ikan di kolam seluas 300 meter persegi ini diakibatkan keracunan limbah pabrik. Namun petani belum tahu secara pasti limbah tersebut berasal dari pabrik Mana. Namun sekitar dua tahun yang lalu, peristiwa keracunan serupa pernah terjadi akibat limbah pabrik gula maduskismo yang bocor . salah seorang petani ikan Budi Marsigit mengatakan , akibat keracunan ini, sejumlah petak kolam yang berisi ikan yang siap panen sebagian besar mati. ikan yang siap panen terdiri dari beberapa jenis seperti Bawal , Gurame , Nila, Tombro dan beberapa ikan hias. sebenarnya petani sudah berupaya untuk menutup jalur masuk air yang masuk ke kolam ikan, namun terlambat dan akhirnya ikan-ikan sudah keracunan. Akibat peristiwa ini , kerugian materiil yang diderita oleh kelompok petani ikan mencapai angka puluhan juta rupiah . melihat kondisi ini , pihak kelompok petani ikan akan segera melaporkan kejadian ini ke pemerintah setempat agar bisa ditindak lanjuti . petani ikan hanya bisa berharap, ada pihak yang bertanggung jawab dan mengganti kerugian yang diderita .Pasalnya petani mengaku modal yang mereka gunakan merupakan hasil dari pinjaman .

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

10. LIMBAH BERBAHAYA

26 November 2009

 


Tak jarang sampah berbentuk padat, seperti sebuah la;eng atau kotak bekas. Tetapi limbah dari suatu pembangkit energi atau sebuah pabrik biasa berupa cairan gas. Beberapa dari limbah semacam itu bisa berbahaya. Limbah tersebut merusak alam jika manusia tidak membersihkannya dengan benar. Mobil dan rumah tangga juga bisa menghasilkan gas-gas yang berbahaya lewat pembakaran bahan bakar.


Pembangkit listrik juga dapat menjadi masalah pencemaran lingkungan. Limbah yang dihasilkan berupa gas-gas seperti batu baram minyak dan gasm untuk menghasilkan listrik bagi kita, energi listrik disalurkan ke rumah-rumah kita, ke sekolah-sekolah dan pabrik-pabrik untuk menjalankan mesin. jadi, setiap kali kita menyalakan computer atau pesawat tv, kita sebenarnya membantu menciptakan limbah.

Saat pabrik-pabrik membuat barang-barang seperti sabunm obat atau catm bisa juga menghasilkan bahan-bahan kimia beracun sebagai produk limbahnya. Limbah-limbah cair tak jarang bocor masuk ke danau atau sungai; disana limbah-limbah itu merusak tumbuhan dan mencelakai margasatwa seperti ikan dan burung

Sejumlah pabrik memproduksi limbah beracun. Limbah seperti ini sangat berbahaya dan mengandung bahan kimia yang bisa mencelakai segala makhluk hidup, termasuk manusia. Limbah beracun tidak boleh di buang ke udara, tanah, maupun air. Limbah beracun dan limbah nuklir dari pusat-pusat pembangkit energi harus disimpan di dalam wadah-wadah yang disegel rapat-rapat. Limbah ini dikubur jauh di dalam tanah, namun masih tetap menimbulkan masalah jika bocor, bahaya limbah seperi ini mengancam selama beratus-ratus tahun.

11. Air Limbah, Bisa di Tes Dengan Ikan Mas

Tahukah Anda, limbah rumah tangga (RT) pun bisa merusak lingkungan? Sepintas, gelontoran air kamar mandi dan luncuran sisa-sisa makanan atau residu olahan bahan yang dimasak tidak seberbahaya limbah industri. Namun, begitu diteropong lebih tajam, baru kita menyadari, mengapa limbah RT perlu dilewatkan instalasi pengolahan air limbah sebelum dibuang ke lingkungan. Perlakuannya memang jadi kayak limbah industri. Kalau tidak, lingkungan kita bisa berubah jadi sumber penyakit.

Perlu diketahui, suhu limbah RT umumnya di atas suhu normal air, sekitar 25 – 50oC. Tinggi rendahnya tergantung pada aktivitas atau sumber penghasil limbah. Kekeruhan limbah RT juga cukup tinggi, sejalan dengan kadar bahan yang terlarut di dalamnya. Lalu pH-nya cenderung rendah, alias asam sifatnya. Sudah begitu, kadar oksigen terlarutnya juga rendah. Padahal oksigen diperlukan untuk mengoksidasi secara kimiawi zat-zat organik dalam limbah. Karena banyak mengandung bahan organik dan anorganik, chemical oxygen demand (COD) limbah RT umumnya tinggi.

Senyawa lain yang berkonsentrasi tinggi yaitu ortofosfat, Fe2+ (ferro), Cl-, SO4 2-, amonia, nitrat, nitrit, Ca2+, dan Mn2+. Ortofosfat membawa masalah dalam perairan, karena merangsang pertumbuhan ganggang. Ferro tinggi dalam air menimbulkan kerusakan, seperti pengaratan atau kerusakan pada porselen. Dalam keadaan nirhawa, sulfur yang dalam rumah tangga sebagian besar berupa SO4 2-, dapat direduksi menjadi H2S oleh bakteri yang menimbulkan bau sangat busuk.

Begitu pun dengan nitrat, nitrit, dan amonia. Nitrit, khususnya, bisa mengganggu pengangkutan oksigen, bila mencemari air atau makanan yang kita konsumsi (terutama bayi). Sebab, nitrit dapat mengikat hemoglobin darah. Dari sisi biologis pun, limbah RT berpotensi menenteng jazad renik (mikrobiologis) yang bisa membahayakan kesehatan, misalnya bakteri E. coli.

Ketimbang lama menunggu upaya Pemda atau Pemkot menangani limbah RT kita, mendingan berupaya sendiri sedini mungkin. Salah satu kiat yang mudah dilakukan yaitu memanfaatkan jasa tanaman air. Kiat ini dikenal dengan istilah bioremediasi (pemurnian secara biologik). Caranya, tampung semua aliran air dari beberapa rumah tangga ke sebuah kolam kecil berukuran 2 x 2 x 1 m. Ukurannya bisa disesuaikan, tergantung pada banyaknya limbah RT di suatu lingkungan. Di kolam itu kemudian ditanami empat jenis tanaman air, yakni teratai (Nymphaea firecrest), mendong (Iris sibirica), kiambang (Salvinia sp.), dan hidrilla (Hydrilla verticillata).

Kiambang, yang seluruh bagiannya mengambang di permukaan air, berfungsi menetralisir limbah yang mengapung di permukaan. Hidrilla, yang seluruh bagian tanamannya berada di dasar kolam, bertugas menetralkan limbah yang mengendap di sana. Teratai dan mendong menetralisir limbah di bagian tengah kolam, sekaligus di dasar (bagian akarnya) dan di permukaan (bagian daunnya). Sebuah hasil penelitian menyebut, limbah RT yang sudah melalui proses bioremediasi umumnya memenuhi syarat baku mutu air limbah.

O, ya, kalau belum yakin dengan hasil penelitian tadi, coba dites dengan memasukkan beberapa ekor ikan mas atau tawes ke kolam. Bila tak ada ikan yang mabuk, apalagi mati, itu tandanya sudah aman. Selanjutnya, silakan dialirkan ke lingkungan tanpa perlu waswas air kolam itu akan mencemari badan-badan air macam sungai, danau, dan lainnya. Ikannya? Silakan dipepes atau digoreng.

12. Gas Maut Pengatur Tekanan Darah 

Senin, 15 Maret 2010 

Hidrogen sulfida (H2S) merupakan gas yang tidak berwarna, beracun, mudah terbakar, dan baunya menyengat hidung seperti bau telur busuk. Rangkaian kimia gas ini merupakan hidrida kovalen yang secara kimiawi terkait dengan air (H2O) karena oksigen dan sulfur.

H2S atau juga dikenal dengan gas asam atau gas limbah (sewer gas) timbul dari aktivitas biologis ketika bakteri mengurai bahan organik dalam keadaan tanpa oksigen (aktivitas anaerobik). Gas ini bisa muncul dari aktivitas gunung berapi dan gas alam. Seringkali gas H2S meledak di lautan lepas.

Contohnya ledakan gas H2S di Samudra Atlantik, pesisir pantai Namibia, Afrika. Fenomena ini tertangkap oleh Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) pada satelit Tera NASA. Satelit tersebut menangkap gambar ledakan H2S pada 2004.

Dengan adanya ledakan gas itu, masyarakat setempat sudah bisa memprediksikan bakal ada jutaan ikan mati akibat gas mematikan tersebut. Setiap kali muncul bau tak sedap, penduduk memang sudah bisa memprediksikan hal tersebut.

Gas H2S ini dihasilkan dari tanaman yang membusuk di dasar Samudra Atlantik, yang di dalamnya arus samudera yang kuat membawa air laut dalam yang kaya gizi ke atas permukaan laut. Air tersebut memberikan makanan kepada tanaman mikroskopik, semacam fitoplankton.

Ketika tanaman itu mati, mereka tenggelam di dasar laut. Bakteri akan menguraikan tanaman yang mati ini. Berkat bantuan oksigen, tanaman itu akan terurai saat dalam proses pembusukan. Lantas, bakteri anaerob mengambil alih proses penguraian ini. Bakteri-bakteri ini mengeluarkan gas H2S sebagai produk sampingnya.

Selanjutnya, gas ini akan terkumpul di dasar laut. Saat gas itu mencapai ke permukaan, kombinasi hidrogen dan oksigen yang membentuk air membuat sulfur putih padat, yang pada gilirannya menghasilkan lapisan endapan ke dalam lautan. Dengan sendirinya, gas hidrogen sulfida menjadi racun untuk biota laut seperti ikan.

Selain mematikan bagi hewan laut, gas H2S nyatanya bermanfaat bagi kesehatan, khususnya untuk mengatur tekanan darah. Guangdong Yang PhD dari University of Saskatchewan dan Lakehead University, Kanada, melakukan percobaan ini terhadap tikus di laboratorium.

Dr Yang dan rekan-rekanya meneliti dua kelompok tikus. Seperti dilansir jurnal Science, kelompok tikus pertama adalah kelompok yang didesain sedemikian rupa tidak memiliki CSE (enzim yang diduga menghasilkan hidrogen sulfida), sedangkan sisanya merupakan kelompok tikus normal dengan enzim CSE.

Kemudian tim peneliti mengukur tekanan darah kedua kelompok tikus tersebut. Tikus yang memiliki kadar hidrogen sulfida yang rendah ternyata lebih tinggi tekanan darahnya, yakni sekitar 20 poin. Namun ketika tikus tersebut diberikan tambahan hidrogen sulfida, tekanan darahnya mengalami penurunan.

Tim ilmuwan ini berpendapat obat-obatan baru yang berdasarkan hidrogen sulfida berpotensi untuk dikembangkan mengobati tekanan darah tinggi pada manusia. 

 

13.Pemanfaatan Limbah Tebu : Perspektif PT. Gunung Madu Plantation

Menarik sekali ketika membaca profil salah satu perkebunan swasta yang berlokasi di Lampung Tengah, yaitu PT. Gunung Madu Plantation (GMP). Beberapa Teknik pertanian diterapkan sedemikian rupa, baik teknologi sederhana hingga teknologi yang mempunyai taraf tinggi.

Pemanfaatan tanaman tebu sungguh komprehensif, dimana semua bagian tanaman dapat dimanfaatkan bagi kepentingan hajat hidup orang banyak. Disinilah kekuasaan ALLOH SWT diperlihatkan kepada mereka yang mau berpikir secara sistematis dan mensyukuri nikmat yang didapat.

Pada bagian pembahasan “menjaga lingkungan”, sungguh luar biasa teknologi yang diterapkan oleh perusahaan GMP ini. Berikut saya copy paste yang sumbernya berasal dari http://www.gunungmadu.co.id yang diakses pada tanggal 8 Mei 2010.

Limbah pertanian berupa sisa-sisa tanaman (pucuk tebu dan daun) dikembalikan ke tanah sebagai mulsa, sehingga menambah kesuburan tanah.

Sementara limbah padat dan limbah cair dari pabrik, tetapi juga dikelola lagi sehingga bermanfaat, bahkan secara ekonomis sangat menguntungkan.

Limbah padat berupa ampas tebu (bagasse) misalnya, dimanfaatkan lagi sebagai bahan bakar ketel uap (boiler) untuk penggerak mesin pabrik dan pembangkit tenaga listrik untuk perumahan karyawan, perkantoran, dan peralatan irigasi. Karena itu, pabrik dan pembangkit listrik Gunung Madu tidak menggunakan bahan bakar minyak (BBM), baik saat musim giling (on season) maupun tidak giling (off season).

Limbah padat lain adalah endapan nira yang disebut blotong (filter cake) dan abu. Blotong, abu, dan bagasse dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kompos, yang digunakan lagi di kebun sebagai penyubur tanah.

Limbah cair yang dikeluarkan pabrik merupakan limbah organik dan bukan Limbah B3 (bahan beracu dan berbahaya). Limbah cair ini dikelola melalui dua tahapan.

Pertama, penanganan di dalam pabrik (in house keeping). Sistem ini dilakukan dengan cara mengefisienkan pemakaian air dan penangkap minyak (oil trap) serta pembuatan bak penangkap abu bagasse (ash trap).

Kedua, penanganan setelah limbah keluar dari pabrik, melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). IPAL dibangun di atas tanah seluas lebih dari 8 ha, terdiri dari 13 kolam dengan kedalaman bervariasi dari 2 m (kolam aerasi) sampai 7 m (kolam anaerob). Total daya tampung lebih dari 240.000 m3, sehingga waktu inap (retention time) dapat mencapai 60 hari.

 

E. Usaha-usaha Mengatasi dan Mencegah Polusi Air

Pengenceran dan penguraian polutan air tanah sulit sekali karena airnya tidak mengalir dan tidak mengandung bakteri pengurai yang aerob jadi, air tanah yang tercemar akan tetap tercemar dalam yang waktu yang sangat lama, walau tidak ada bahan pencemaran yang masuk. Karena ini banyak usaha untuk menajaga agar tanah tetap bersih misalnya:
1. Menempatkan daerah industri atau pabrik jauh dari daerah perumahan atau pemukiman
2. Pembuangan limbah industri diatur sehingga tidak mencermari lingkungan atau ekosistem
3. Pengawasan terhadap penggunaan jenis – jenis pestisida dan zat – zat kimia lain yang dapat menimbulkan pencemaran
4. Memperluas gerakan penghijauan
5. Tindakan tegas terhadap perilaku pencemaran lingkungan
6. Memberikan kesadaran terhadap masyaratkat tentang arti lingkungan hidup sehingga manusia lebih lebih mencintai lingkungan hidupnya
7. Melakukan intensifikasi pertanian
Adapun cara lain untuk mengatasi polusi air atau yang dikenai dengan sebutan banjir pun ada dua macam
1. Banjir Bandang dapat diatasi secara meluas dengan didukung berbagai disiplin ilmu
2. banjir genangan dapat diatasi dengan membersihkan air dari penyumbatan yang mengakibatkan air meluap
banyak orang mengatakan ” lebih baik mecegah dari pada mengatasi”, hal ini berlaku pula pada banjir genangan di bawah ini ada sejumlah langkah yang dapat kita lakukan untuk mencegah banjir genangan :
1. dalam merencanakan jalan – jalan lingkungan baik itu program pemerintah maupun swadaya masyarakat sebaiknya memilih material jalan yang menyerap air misalnya, penggunaan bahan dari paving blok (blok – blok adukan beton yang disusun dengan rongga – rongga resapan air disela – selanya. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah penataan saluran / drainase lingkjungan pembuatannyapun harus bersamaan dengan pembuatan jalan tersebut
2. Apabila di halaman pekarangan rumah kita masih terdapat ruang – ruang terbuka, buatlah sumur – sumur resapan air hujan sebanyak –banyaknya. Fungsi sumur resapan air ini untuk mempercepat air meresap kedalam tanah.
Dengan membuat sumur resapan air hujan tersebut, sebenarnya kita dapat memperoleh manfaat seperti berikut:
a. Persediaan air bersih dalam tanah disekitar rumah kita cukup baik dan banyak
b. Tanah bekas galian sumur dapat dipergunakan untuk menimbun lahan – lahan yang rendah atau meninggikan lantai rumah
c. Apabila air hujan tidak tertampung dalam sebuah selokan – selokan rumah / talang – talang rumah, air dapat dialirkan kesumur – sumur resapan. Janganlah membuang sampah atau mengeluarkan air limbah rumah tangga (air bekas mandi, cucian dan sebagainya) kedalam sumur resapan air hujan karena bisa mencemarkan kandungan air tanah. Khusus untuk buangan air limbah rumah tangga, buatlah sumur resapan tersendiri
d. Apabila air banjir masuk kerumah mencapai ketinggian 20-50 cm satu – satunya jalan adalah meninggikan lantai rumah kita diatas ambang permukaan air banjir
e. Cara lain adalah membuat tanggul di depan pintu masuk rumah kita. Cara ini sudah umum dilakukan orang hanya teknisnya sering kurang terencana secara mendetail


PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan dari Bab II dapat disimpulkan sebagai berikut :
Polusi adalah peristiwa masuknya zat, energi unsure atau komponen lain ke dalam lingkungan akibat aktifitas manusia atau proses alami
-Segala sesuatu yang menyebabkan polusi disebut polutan
masuknya zat, energi, unsure, atau komponen lainya ke dalam air sehingga kualitas air terganggu
Polusi air adalah peristiwa
-Sumber polusi air antara lain limbah industri, pertanian, dan rumah tangga
-Polusi air juga dapat menimbulkan bencana diantaranya banjir
-Elektrofikasi adalah penimbunan mineral yang menyebabkan peledakan alga secara serentak menutupi pencemaran air
Bahan atau logam berbahaya seperti arsenat, benzon, timah dan lain –
lain dapat merusak organ tubuh manusia dan menyebabkan kanker
-Akibat yang ditimbulkan polusi air dalam zangua pasang adalah kanker dan kelahiran bayi cacat
-Melakukan intensifikasi pertanian
-Banjir genangan dapat diatasi dengan membersihkan saluran air dari penyumbatan

3.2. Saran

Saran yang penulis akan sampaikan :
-Hindari pemakaian obat pemberantas hama dan serangga secara berlebihan.
-Sebaiknya kita berhati-hati dalam menggunakan air, karena air itu ada yang terpolusi dan tidak terpolusi.
-Jagalah agar air di lingkungan rumah dan sekitarnya agar tetap bersih dan terhindar dari pencemaran air.
-Jangan membuang sampah kesungai, dan jika terjadi penimbunan sampah di sungai akan mengakibatkan banjir

{dari berbagai sumber}

http://www.anakciremai.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s