MANAJEMEN

Standar

Konsep Manajemen
Manajemen merupakan proses merencanakan, mengorganisasikan, memimpin dan mengawasi pekerjaan anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai sasaran organisasi yang sudah ditentukan.
Definisi di atas dapat diperluas lagi menjadi beberapa poin sebagai berikut :
Seorang manajer harus melaksanakan fungsi manajemen, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan.
Manajemen dapat diterapkan dalam bentuk organisasi apapun.
Tujuan semua manajer sama yaitu menciptakan hasil lebih.
Manajemen berhubungan dengan produktivitas. Konsep produktivitas mengacu pada dua hal, yaitu efektivitas dan efisiensi.

Pentingnya Manajemen
Di dunia yang penuh dengan organisasi ini, ada alasan penting untuk mempelajari organisasi dan manajemen.alasan itu menyangkut masa lalu, masa kini, dan masa depan. Semuanya menunjukkan pengaruh bahwa manusia yang bekerja di dalam organisasi dan di bawah bimbingan manajer , akan dapat mencapai banyak hal.

Hidup Masa Kini. Organisasi memberikan kontribusi bagi kehidupan manusia di seluruh dunia. Kita bergantung pada organisasi untuk mendapatkan makanan, tempat tinggal, pakaian, pekerjaan, dan lain-lain.
Membangun Masa Depan. Dengan organisasi, manusia dapat membangun masa depan yang lebih baik.
Mengingat Masa Lalu. Organisasi membantu menghubungkan manusia dengan masa lalunya. Setiap pekerjaan yang kita lakukan dengan sendirinya akan menambah sejarah bagi organisasi tersebut dan juga sejarah kita sendiri.
Tingkat Manajemen
Manajemen Tingkat Atas (Top Manajement). Manajemen tingkat atas merupakan tingkatan tertinggi dalam piramida manajemen, terdiri dari eksekutif puncak dalam organisasi atau perusahaan. Yang termasuk ke dalam top management adalah direktur utama, presiden, wakil presiden, gubernur, dan sebagainya. Manajer uncak menggunakan waktunya untuk membuat rencana jangka panjang perusahaan.
Manajemen Tingkat Menengah (Middle Management). Mereka bertanggung jawab atas manajer lain yang memiliki tingkatan lebih rendah. Manajemen tingkat menengah bertanggung jawab terhadap pelaksanaan rencana yang telah diterapkan dari manajemen puncak. Yang termasuk dalam manajemen tingkat menengah antara lain kepala divisi, kepala bagian, kepala seksi, kepala cabang, dan sebagainya.
Manajemen Lini Pertama (First Line Management). Mereka bertanggung jawab secara terperinci atas hasil kerja karyawan yang berada di bawah mereka dan harus mengevaluasi setiap hari atau bahkan setiap jam. Yang termasuk manajemen lini pertama antara lain supervisor, group leader, foreman, dll.
Keahlian Manajerial
Pada tingkat manapun, manajer harus memiliki kemampuan untuk berhasil, termasuk kemampuan untuk berkerja di dalam tim, kemampuan untuk membuat rencana dan melaksanakan rencana jangka panjang, keberanian mengambil risiko, dan keahlian interpersonal. Semua keahlian dalam manajemen ini secara mendasar dapat dibagi menjadi tiga, yaitu :

Keahlian Teknis (Tehnical Skill). Keahlian teknis merupakan kemampuan manusia untuk menggunakan prosedur, teknik dan pengetahuan mengenai bidang khusus.
Keahlian Interpersonal (Interpersonal Skill). Walaupun seorang individu memiliki keahlian teknis, bila ia tidak dapat berhubungan baik dengan manusia lain maka akan sulit baginya bekerja dengan baik.
Keahlian Koseptual (Conceptual Skill). Keahlian konseptual mengacu pada kemampuan untuk mengkoordinasikan dan mengintegrasikan semua kepentingan dan aktivitas organisasi.

Selain keahlian teknis, interpersonal, dan konseptual. Ada empat keahlian tambahan lain yang harus dimiliki seorang manajer, yaitu :

Keahlian Diagnosis. Dalam hal ini, tugas seorang manajer adalah menganalisis suatu masalah dalam organisasi dan mengembangkan solusinya.
Keahlian Komunikasi. Seorang manajer juga harus mampu menyalurkan ide dan informasi kepada orang lian serta menerima ide dan informasi dari orang lain dengan baik, ini penting agar ia mampu mengkoordinasikan pekerjaan kepada rekan kerjanya.
Keahlian Manajemen Waktu. Manajer yang baik biasanya memiliki pengaturan waktu yang baik pula. Hal ini penting karena seorang manajer harus bisa memprioritaskan pekerjaan agar bekerja secara efisien dan untuk membagikan pekerjaan ke anak buah secara teoat.
Keahlian Pengambilan Keputusan. Manajer yang baik adalah manajer yang mampu mengambil keputusan. Setelah mendiagnosis suatu permasalahan, seorang manajer juga harus bisa mengambil keputusan yang tepat untuk menyelesaikan suatu masalah.
Tujuan Manajer dan Organisasi
Tujuan manajer, terutama manajer keuangan adalah menghasilkan keuntungan. Bagi banyak perusahaan, tujuan yang penting adalah meningkatkan nilai saham mereka.
Tujuan organisasi, baik perusahaan maupun organisasi nirlaba adalah untuk mencapai hasil yang lebih atau surplus. Bukan sekedar uang semata, tetapi lebih daripada itu.
Manajer juga harus bisa menciptakan lingkungan, yakni anggotanya dapat mencapai tujuan bersama dengan waktu, uang, materi, dan ketidakpuasan kerja seminimal mungkin, atau sumber daya yang tersedia.
Karakteristik Perusahaan yang Sukses
Terdapat delapan karakteristik perusahaan yang sukses, yaitu :

Berorientasi pada tindakan.
Belajar tentang kebutuhan konsumen.
Berusaha meningkatkan semangat kewirausahaan dan otonomi.
Mencaai produktivitas dengan memberikan perhatian pada kebutuhan pegawainya.
Terdorong oleh filosofi perusahaan yang seringkali berdasar pada nilai pemimpin perusahaan.
Fokus pada bisnis mereka.
Memiliki struktur organisasi yang sederhana dengan staf yang efisien.
Tersentralisasi sekaligus terdesentralisasi, tergantung pada kebutuhan.

Efektivitas dan Efisiensi
Efektivitas dan efisiensi merupakan dua konsep penting dalam keberhasilan tujuan sebuah organisasi.
Efisiensi berarti kemampuan untuk meminimalkan penggunaan sumber daya dalam mencapai tujuan organisasi atau “Melakuan sesuatu dengan tepat”.
Efektivitas berarti kemampuan untuk menentukan tujuan yang memadai atau “melakukan sesuatu yang tepat”.
Seorang manajer yang efisien adalah manajer yang mencapai hasil yang baik dengan meminimalkan sumber daya (tenaga kerja, material, dan waktu) yang ada.
Seorang manajer yang efektif adalah manajer yang memilih sasaran yang tepat. Manajer yang memilih sasaran tidak tepat adalah manajer yang tidak efektif.
PRINSIP DAN FUNGSIMANAJEMEN
Prinsip Manajemen Fayol
Pembagian Kerja
Otoritas dan Tanggung Jawab
Disiplin
Kesatuan Komando
Kesatuan Pengarahan
Menomorduakan Kepentingan Individu dibandingkan dengan Kepentingan Umum.
Gaji
Sentralisasi dan Desentralisasi
Rantai Saklar
Fungsi Manajemen
Perencanaan (Planning)
Pengorganisasian (Organizing)
Pengarahan atau Kepemimpinan (Leading / Directing)
Pengawasan (Controlling)

Perencanaan (Planning)
Perencanaan berarti menetapkan tujuan dan cara terbaik untuk mencapainya.
Perancanaan merupakan kegiatan yang sangat penting dilakukan sebelum kegiatan dimulai, karena tanpa perencanaan yang baik, mustahil suatu tujuan dapat dicapai dengan baik.

Sebuah rencana dapat dibedakan menjadi tiga bentuk, yaitu :
Rencana Jangka Panjang. Suatu rencana jangka panjang biasanya berkisar untuk lima tahun mendatang atau lebih.
Rencana Jangka Menengah. Rencana jangka mengenah biasanya meliputi periode satu hingga lima tahun.
Rencana Jangka Pendek. Rencana jangka pendek memiliki kerangka waktu satu tahun atau kurang. Rencana ini sangat mempengaruhi aktivitas sehari-hari manajer.
Pengorganisasian (Organizing)
Setelah menetapkan tujuan dan mengembangkan rencana, tahap selanjutnya adalah mengorganisasikan orang-orang dan sumber daya lainnya untuk melaksanakan rencana,

Pengorganisasian meliputi pengklasifikasian dan pembagian pekerjaan melalui cara-cara sebagai berikut :
Menentukan aktivitas kerja yang perlu dikerjakan secara spesifik untuk mencapai tujuan organisasi.
Membagi tugas-tugas tertentu menurut urutan atau struktur yang masuk akal.
Memberikan tugas tersebut kepada orang atau bagian yang tepat.
Pengarahan atau Kepemimpinan
Ada anggapan bahwa sebenarnya pemimpin dengan manajer itu sama. Padahal keduanya merupakan hal yang berbeda. Seorang pemimpin dapat memimpin kelompok yang tidak terorganisir, namun manajer berada pada sebuah struktur yang terorganisir yang menciptakan berbagai macam peran.

Ada empat kemampuan yang dibutuhkan dalam masalah kepemimpinan, yaitu :
Kemampuan untuk menggunakan kekuasaan secara efektif dan penuh dengan rasa tanggung jawab.
Kemampuan untuk memahami bahwa setiap manusia memiliki berbagai pendorong motivasi pada setiap waktu dan situasi yang berbeda.
Kemampuan untuk memberi inspirasi.
Kemampuan untuk menciptakan situasi yang kondusif bagi peningkatan motivasi.

Gaya Kepemimpinan
Kepemimpinan Otoriter. Pemimpin yang otoriter membuat keputusan sendiri tanpa berkonsultasi dengan pihak lain. Setelah membuat keputusan, mereka mengkomunikasikan keputusan itu terhadap bawahan mereka dan menyuruh mereka untuk menjalankan keputusan itu tanpa ada penolakan.

Kepemimpinan Demokratis. Pemimpin yang demokratis tidak sekedar membuat keputusan. Mereka akan melibatkan anak buahnya dalam pengambilan keputusan, terutama bila keputusan itu menyangkut permasalahan yang dihadapi anal buahnya.

Kepemimpinan Free Reign. Pemimpin dengan gaya ini akan menggunakan sedikit kekuasaan dan memberikan kebebasan yang tinggi pada bawahannya untuk melakukan tugas mereka.

Pengawasan (Controlling)
Pengawasan dapat diartikan sebagai suatu proses untuk menetapkan apakah pekerjaan sudah dilaksanakan, menilai, dan mengkoreksi supaya pekerjaan sesuai dengan rencana.

Bentuk pengawasan dapat dilakukan melalui pengawasan langsung maupun secara administrasi.

Empat langkah dasar dalam pengawasan :
Menentukan standar.
Memonitor kerja.
Membandingkan hasil kerja dengan standar yang telah dibuat untuk menentukan adanya penyimpangan.
Bila terjadi penyimpangan, manajer harus menentukan penyebabnya dan memperbaikinya.
Cara Manajer Melakukan Pengawasan
Bidang-bidang Manajemen
Manajemen Pemasaran. Manajemen pemasaran berhubungan dengan fungsi pemasaran, seperti berusaha mendapatkan konsumen dan klien untuk membeli produk dan jasa organisasi. Bidang ini mencakup pengembangan produk baru, promosi, dan distribusi.

Manajemen Keuangan. Manajemen keuangan berurusan dengan sumber daya keuangan suatu organisasi. Mereka bertanggung jawab atas semua aktivitas seperti akuntansi, manajemen kas, dan investasi.

Manajemen Opersional. Manajemen operasional atau manajemen produksi merupakan manajemen yang berhubungan dengan penciptaan dan pengelolaan sistem yang menciptakan produk dan jasa perusahaan. Tanggung jawab dari manajer operasional antara lain pengendalian produksi, pengendalian kualitas produk, dan lain-lain.

Manajemen Sumber Daya Manusia. Manajemen sumber daya manusia bertanggung jawab untuk menerima dan mengembangkan pegawai. Mereka biasanya menangani perencanaan sumber daya manusia, penerimaan dan pemilihan karyawan, pelatihan dan pengembangan potensi karyawan, perencanaa sistem gaji, dan lain sebagainya.

Manajemen Administratif. Manajemen administratif atau manajemen umum tidak berkaitan dengan ketrampilan manajemen tertentu. Contoh : administrator klinik rumah sakit, mereka cenderung bersifat umum daripada terspesialisasi dalam satu bidang.

Manajemen sumber daya manusia, disingkat MSDM, adalah suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga tercapai tujuan (goal) bersama perusahaan, karyawan dan masyarakat menjadi maksimal.[1] MSDM didasari pada suatu konsep bahwa setiap karyawan adalah manusia – bukan mesin – dan bukan semata menjadi sumber daya bisnis.[rujukan?] Kajian MSDM menggabungkan beberapa bidang ilmu seperti psikologi, sosiologi, dll.

Unsur MSDM adalah manusia.[2]

Manajemen sumber daya manusia juga menyangkut desain dan implementasi sistem perencanaan, penyusunan karyawan, pengembangan karyawan, pengelolaan karier, evaluasi kinerja, kompensasi karyawan dan hubungan ketenagakerjaan yang baik.[rujukan?] Manajemen sumber daya manusia melibatkan semua keputusan dan praktik manajemen yang memengaruhi secara langsung sumber daya manusianya.[3]

Daftar isi [sembunyikan]
1 Tujuan Manajemen Sumber Daya Manusia
2 Peran, Fungsi, Tugas dan Tanggung Jawab Manajemen Sumber Daya Manusia
2.1 Perencanaan
2.2 Rekrutmen & Seleksi
2.3 Pelatihan, Pengembangan & Penilaian Prestasi
2.4 Promosi, Pemindahan dan Pemisahan
3 Catatan kaki
4 Rujukan
5 Pranala luar

[sunting]
Tujuan Manajemen Sumber Daya Manusia

Manajemen Sumber Daya Manusia diperlukan untuk meningkatkan efektivitas sumber daya manusia dalam organisasi.[rujukan?] Tujuannya adalah memberikan kepada organisasi satuan kerja yang efektif. Untuk mencapai tujuan ini, studi tentang manajemen personalia akan menunjukkan bagaimana seharusnya perusahaan mendapatkan, mengembangkan, menggunakan, mengevaluasi, dan memelihara karyawan dalam jumlah (kuantitas) dan tipe (kualitas)

Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktivitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan.[rujukan?] Bagian atau unit yang biasanya mengurusi sdm adalah departemen sumber daya manusia atau dalam bahasa inggris disebut HRD atau human resource department. Menurut A.F. Stoner manajemen sumber daya manusia adalah suatu prosedur yang berkelanjutan yang bertujuan untuk memasok suatu organisasi atau perusahaan dengan orang-orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat organisasi memerlukannya.[4]

Tujuan-tujuan MSDM terdiri dari empat tujuan, yaitu :[rujukan?]

1. Tujuan Organisasional

Ditujukan untuk dapat mengenali keberadaan manajemen sumber daya manusia (MSDM) dalam memberikan kontribusi pada pencapaian efektivitas organisasi. Walaupun secara formal suatu departemen sumber daya manusia diciptakan untuk dapat membantu para manajer, namun demikian para manajer tetap bertanggung jawab terhadap kinerja karyawan. Departemen sumber daya manusia membantu para manajer dalam menangani hal-hal yang berhubungan dengan sumber daya manusia.

2. Tujuan Fungsional

Ditujukan untuk mempertahankan kontribusi departemen pada tingkat yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Sumber daya manusia menjadi tidak berharga jika manajemen sumber daya manusia memiliki kriteria yang lebih rendah dari tingkat kebutuhan organisasi.

3. Tujuan Sosial

Ditujukan untuk secara etis dan sosial merespon terhadap kebutuhan-kebutuhan dan tantangan-tantangan masyarakat melalui tindakan meminimasi dampak negatif terhadap organisasi. Kegagalan organisasi dalam menggunakan sumber dayanya bagi keuntungan masyarakat dapat menyebabkan hambatan-hambatan.

4. Tujuan Personal

Ditujukan untuk membantu karyawan dalam pencapaian tujuannya, minimal tujuan-tujuan yang dapat mempertinggi kontribusi individual terhadap organisasi. Tujuan personal karyawan harus dipertimbangkan jika parakaryawan harus dipertahankan, dipensiunkan, atau dimotivasi. Jika tujuan personal tidak dipertimbangkan, kinerja dan kepuasan karyawan dapat menurun dan karyawan dapat meninggalkan organisasi. [5]
[sunting]
Peran, Fungsi, Tugas dan Tanggung Jawab Manajemen Sumber Daya Manusia
[sunting]
Perencanaan

Melakukan persiapan dan seleksi tenaga kerja (Preparation and selection)

Persiapan. Dalam proses persiapan dilakukan perencanaan kebutuhan akan sumber daya manusia dengan menentukan berbagai pekerjaan yang mungkin timbul. Yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan perkiraan/forecast akan pekerjaan yang lowong, jumlahnya, waktu, dan lain sebagainya. Ada dua faktor yang perlu diperhatikan dalam melakukan persiapan, yaitu faktor internal seperti jumlah kebutuhan karyawan baru, struktur organisasi, departemen yang ada, dan lain-lain. Faktor eksternal seperti hukum ketenagakerjaan, kondisi pasa tenaga kerja, dan lain sebagainya.[rujukan?]
[sunting]
Rekrutmen & Seleksi
Rekrutmen tenaga kerja/Recruitment. Rekrutmen adalah suatu proses untuk mencari calon atau kandidat pegawai, karyawan, buruh, manajer, atau tenaga kerja baru untuk memenuhi kebutuhan sdm oraganisasi atau perusahaan. Dalam tahapan ini diperlukan analisis jabatan yang ada untuk membuat deskripsi pekerjaan/job description dan juga spesifikasi pekerjaan/job specification.[rujukan?]
Seleksi tenaga kerja/Selection. Seleksi tenaga kerja adalah suatu proses menemukan tenaga kerja yang tepat dari sekian banyak kandidat atau calon yang ada. Tahap awal yang perlu dilakukan setelah menerima berkas lamaran adalah melihat daftar riwayat hidup/cv/curriculum vittae milik pelamar. Kemudian dari cv pelamar dilakukan penyortiran antara pelamar yang akan dipanggil dengan yang gagal memenuhi standar suatu pekerjaan. Lalu berikutnya adalah memanggil kandidat terpilih untuk dilakukan ujian test tertulis, wawancara kerja/interview dan proses seleksi lainnya.

Menurut Cut Zurnali (2010), sebuah organisasi atau perusahaan harus dapat mencari dan menarik calon karyawan yang memiliki kemampuan bekerja dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi, yang biasa disebut sebagai pekerja pengetahuan (knowledge worker). Mengutip pendapat Drucker (2002:135): Kontribusi manajemen yang paling penting yang dibutuhkan pada abad ke-21 ini adalah meningkatkan produktivitas kerja pengetahuan (knowledge work) sekaligus meningkatkan produktivitas pekerja pengetahuan (knowledge worker). Produktivitas kerja pengetahuan (knowledge work) berarti perusahaan meningkatkan cakupan kerjanya pada pemanfaatan teknologi yang berbasis pengetahuan, termasuk didalamnya memanfaatkan semaksimal mungkin penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam meningkatkan profitable sekaligus memperkuat daya saing (competiveness) perusahaan. Kerja pengetahuan adalah kenyataan yang harus dihadapi oleh setiap perusahaan atau setiap organisasi, baik organisasi laba (perusahaa atau korporasi) maupun organisasi nirlaba (seperti kantor-kantor pemerintah atau NGO). Sedangkan peningkatan produktivitas pekerja pengetahuan (knowledge worker) bermakna bagaimana memanfaatkan semaksimal mungkin pengetahuan dan kemampuan para pekerja pengetahuan dalam menjalankan setiap pekerjaan atau tugas yang diberikan perusahaan kepada mereka.

Cut Zurnali (2010) mendefinisikan pekerja pengetahuan atau knowledge worker (K-Worker) sebagai karyawan sebuah organisasi yang bertanggung jawab untuk mendesain, membangun, menguji, memelihara, dan mengoperasikan infrastuktur dan aplikasi keorganisasian dengan sentuhan teknologi informasi dan komunikasi sehingga dapat mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien sekaligus dapat memberikan kepuasaan bagi para stake holder organisasi tersebut.

Lebih lanjut dipaparkan bahwa kekhasan pekerja pengetahuan terletak pada adanya otonomi untuk menikmati kebebasan dalam pekerjaan, bergerak, dan melawan perintah dan budaya pengendalian. Dalam perkembangannya, K-worker cenderung memiliki kemampuan mengoperasikan sebuah perusahaan sehingga mereka memiliki satu atau lebih perusahaan yang dapat berupa komersial atau perusahaan non profit. Beragam perusahaan pengetahuan dapat memilih untuk membantu menempatkan bidang pengetahuan dan teknologi yang biasanya ditujukan untuk pengembangan kemampuan dalam industri utama seperti industri telekomunikasi, pertambangan, otomotif, semi konduktor, dan bioteknologi.

Berdasarkan pendapat yang dikemukakan oleh Cut Zurnali tersebut, dapatlah ditarik sebuah kesimpulan bahwa pada era sekarang ini sudah saatnya sebuah departemen SDM merekrut karyawan-karyawan dengan kualifikasi knowledge worker agar sebuah organisasi atau perusahaan dapat mencapai keunggulan kompetitif dalam jangka panjang, sekaligus memberikan keuntungan kepada para stake holder organisasi tersebut, tidak hanya pada saat ini tapi juga di masa depan.
[sunting]
Pelatihan, Pengembangan & Penilaian Prestasi
Pengembangan dan evaluasi karyawan (Development and evaluation). Tenaga kerja yang bekerja pada organisasi atau perusahaan harus menguasai pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya. Untuk itu diperlukan suatu pembekalan agar tenaga kerja yang ada dapat lebih menguasai dan ahli di bidangnya masing-masing serta meningkatkan kinerja yang ada. Dengan begitu proses pengembangan dan evaluasi karyawan menjadi sangat penting mulai dari karyawan pada tingkat rendah maupun yang tinggi.[rujukan?]
Memberikan kompensasi dan proteksi pada pegawai (Compensation and protection). Kompensasi adalah imbalan atas kontribusi kerja pegawai secara teratur dari organisasi atau perusahaan. Kompensasi yang tepat sangat penting dan disesuaikan dengan kondisi pasar tenaga kerja yang ada pada lingkungan eksternal. Kompensasi yang tidak sesuai dengan kondisi yang ada dapat menyebabkan masalah ketenaga kerjaan di kemudian hari atau pun dapat menimbulkan kerugian pada organisasi atau perusahaan. Proteksi juga perlu diberikan kepada pekerja agar dapat melaksanakan pekerjaannya dengan tenang sehingga kinerja dan kontribusi perkerja tersebut dapat tetap maksimal dari waktu ke waktu. Kompensasi atau imbalan yang diberikan bermacam-macam jenisnya yang telah diterangkan pada artikel lain pada situs organisasi.org ini.[rujukan?]
[sunting]
Promosi, Pemindahan dan Pemisahan

1. Promosi adalah sebuah jenis transfer yang meliputi penugasan kembali seorang pegawai pada sebuah posisi yang kemungkinan besar diberikan pembayaran yang lebih tinggi dan tanggung jawab, hak dan kesempatan yang lebih besar. Demosi, kadang-kadang disebut transfer ke bawah, adalah sebuah jenis transfer meliputi pemotongan pembayaran, hak dan kesempatan.[rujukan?]

2. Pemisahan, disebut juga pemberhentian, bahkan sering disebut downsizing, adalah perpindahan sementara atau tidak definitif seorang pegawai dari daftar gaji. Umumnya adalah untuk mengurangi kelebihan beban biaya tenaga kerja dan permasalahan keuangan perusahaan semakin serius.[rujukan?]

3. Terminasi adalah tindakan manajemen berupa pemisahan pegawai dari organisasi karena melanggar aturan organisasi atau karena tidak menunjukkan kinerja yang cukup.[rujukan?]

4. Pemberhentian sukarela adalah pemisahan pegawai dari organisasi atas inisiatif organisasi atau kemauan pegawai sendiri.[rujukan?]

5. Pengunduran diri adalah pemisahan pegawai yang telah menyelesaikan masa kerja maksimalnya dari organisasi atau umumnya di kenal dengan istilah pensiun.[rujukan?]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s